Jurnal Jarlit https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid <p><a href="https://journal.jogjakota.go.id/"><strong>Jurnal Jarlit</strong></a> adalah jurnal untuk mempublikasikan karya tulis terkait inovasi dalam rangka mengatasi permasalahan kota, serta perencanaan dan kebijakan dalam pembangunan perkotaan.</p> <p>Jurnal Jarlit (Jaringan Penelitian) di Kota Yogyakarta sudah dimulai dari tahun 2006 namun publikasinya yaitu buku cetak dengan nomor ISSN 1978-0052, sehingga pada tahun 2021 Jurnal Jarlit berinovasi untuk melakukan publikasi secara online atau OJS (Open Journal System) dan berubah menjadi e-Jarlit. Untuk publikasi pada OJS (Open Journal System) berada pada https://journal.jogjakota.go.id dengan nomor eISSN 2962-2344.</p> <p>Jurnal Jarlit bertujuan untuk : <br />1. Memfasilitasi publikasi penelitian tematis setiap tahunnya yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Yogyakarta <br />2. Memfasilitasi pengembangan kompetensi menulis dan publikasi Karya Tulis Ilmiah oleh Aparatur Sipil Negara (ASN)</p> <p>Panduan untuk submit jurnal dapat diunduh melalui <a href="https://docs.google.com/document/d/1M9Yei0iUkdY2Vc_15Ab7o2hhnZdcL19__ccQR2-MoUE/edit">Petunjuk Teknis</a></p> Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta en-US Jurnal Jarlit 1978-0052 KAJIAN DESAIN LINGKUNGAN BINAAN KAMPUNG RAMAH LANSIA SEBAGAI PENGEMBANGAN LAYANAN LANJUT USIA TERINTEGRASI DI KELURAHAN PURBAYAN, KOTAGEDE https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid/article/view/110 <p>Meningkatnya populasi lansia merupakan fenomena global yang tidak hanya terjadi di Negara maju namun juga di Negara berkembang termasuk Indonesia. Arah kebijakan pemerintah terhadap penduduk lanjut usia berfokus pada perawatan jangka panjang dan perluasan perlindungan sosial bagi lansia. Kebijakan sosial ramah lansia &nbsp;tersebut menjadi penting di tengah peningkatan jumlah penduduk tua di Indonesia. Yogyakarta memiliki sumber daya lansia yang tinggi diatas rata-rata populasi di tingkat nasional, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh semakin meningkatnya usia harapan hidup di kota Yogyakarta. Pemerintah kota Yogyakarta sedang menyusun rencana aksi daerah tentang penyelenggaraan kesejahteraan lansia 2023-2026, arah kebijakannya yakni mewujudkan kota ramah lansia dan meluncurkan program Layanan Lansia Terintegrasi (LLT). Kelurahan Purbayan, Kotagede merupakan salah satu kelurahan yang ditunjuk sebagai pilot projek penerapan program LLT, berdasarkan alasan tersebut penelitian ini berupaya mengkaji lingkungan binaan kampung ramah lansia yang ada di Kelurahan Purbayan, Kotagede. Parameter yang digunakan dalam mengkaji lingkungan binaan kampung ramah lansia diadopsi dari WHO yang terangkum dalam pedoman kota ramah lansia dan komunitas yang terdiri dari 8 parameter : gedung dan ruang terbuka, transportasi, perumahan, partisipasi sosial, penghargaan dan inklusi sosial, partisipasi sipil dan pekerjaan, dukungan komunitas dan fasilitas kesehatan, serta komunikasi dan informasi. Salah satu indikator wilayah yang ramah bagi lansia adalah tersedianya ruang publik yang aman dan nyaman bagi lansia, penelitian ini berupaya mengkaji lebih jauh terkait setting area kampung ramah lansia yang telah menjadi pilot project penerapan program LLT. Kebiasaan serta karakter para lansia di kelurahan Purbayan Kotagede akan menjadi objek penelitian, dengan memetakan kondisi lansia tersebut dan memberi usulan desain ruang publik yang aman dan nyaman untuk lansia beraktifitas di lingkungan kampung. Meski terkesan mempersiapkan desain ruang publik yang aman dan nyaman bagi lansia, namun sebenarnya penelitian ini juga merupakan upaya menyiapkan “rumah” masa depan kita kelak juga akan menjadi lansia</p> Danang Febriyantoko Andika Indrayana Hata Rustamaji Bintang Prasojo Copyright (c) 2025 Danang Febriyantoko; Andika Indrayana, Hata Rustamaji, Bintang Prasojo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 21 1 INISIASI GEMES (GERAKAN REMAJA MELEK LITERASI) SEBAGAI DUKUNGAN PROGRAM PENCEGAHAN HIV DI KOTA YOGYAKARTA https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid/article/view/113 <p>Kota Yogyakarta memiliki jumlah kasus HIV tertinggi se-DIY dengan lebih dari 50% adalah umur 20-39 tahun. Sehingga, pencegahan HIV seharusnya dimulai dari kelompok umur remaja. Pemanfaatan teknologi dalam layanan edukasi HIV dapat mendukung program penanggulangan HIV AIDS pada remaja, namun belum dikembangkan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman pada remaja di Kota Yogyakarta. Penelitian akan dilakukan selama 6 bulan dalam dua tahap: Penelitian perancangan model secara <em>mixed method</em> dengan rancangan <em>explanatory sequential design</em>, sedangkan penelitian pengujian model secara kuantitatif dengan rancangan eksperimental <em>double blind</em> <em>randomized controlled trial</em> <em>pretest posttest with control design</em>. Kelompok perlakuan diberikan layanan edukasi berbasis digital, sedangkan kelompok kontrol diberikan layanan HIV dengan media leaflet/buku saku dibantu pendidik sebaya. Setelah 6 bulan, kedua kelompok akan dites untuk pemahaman. Pengambilan sampel secara <em>purposive</em>, dengan alokasi besar sampel 500 remaja. Informan terdiri dari <em>peer educator</em> LSM HIV dan Kepala Puskesmas Layanan HIV AIDS di Kota Yogyakarta, sedangkan informan kunci adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Analisis penelitian tahap 1 adalah <em>content analysis</em> dan deskriptif, sedangkan uji hipotesis pada penelitian tahap 2 menggunakan uji <em>paired T-test</em> dan Regresi<em>.</em> Hasil menunjukkan bahwa model edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman pada remaja di Kota Yogyakarta</p> maratusholikhah nurtyas Rizka Ayu Setyani Yunita Firdha Kyswantoro Copyright (c) 2025 maratusholikhah nurtyas, Rizka Ayu Setyani, Yunita Firdha Kyswantoro https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 21 1 MODEL PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN PERKOTAAN TERINTEGRASI BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid/article/view/114 <p>Pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menimbulkan tantangan dalam menjaga ketahanan pangan dan kualitas lingkungan, sebagaimana dialami Kota Yogyakarta akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi area permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pertanian perkotaan terintegrasi berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kemandirian pangan, memperkuat hubungan sosial, serta mendukung fungsi edukasi lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif berbasis design thinking melalui lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Implementasi metode partisipatoris dalam penelitian ini dilakukan melalui pameran gagasan desain kebun yang melibatkan masyarakat dan kelompok tani untuk memberikan masukan langsung, serta penerapan metode performatif kolaboratif berupa pengambilan video diskusi kelompok tani dalam pembahasan detail rancangan. Data diperoleh dari observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi kegiatan lapangan di Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian perkotaan yang mengintegrasikan aspek pangan, sosial, dan edukasi dapat berkembang secara berkelanjutan melalui keterlibatan aktif warga. Penerapan pameran partisipatoris dan metode performatif kolaboratif efektif memperkuat proses pembelajaran bersama, meningkatkan rasa kepemilikan, serta membangun jaringan sosial yang adaptif di lingkungan urban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertanian perkotaan berbasis masyarakat berperan tidak hanya dalam penyediaan pangan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pemberdayaan masyarakat.</p> Tisnawati Endah Ferida Yuamita Anang Saptoto Sagio Yunita Firdha Kyswantoro Copyright (c) 2025 Tisnawati Endah, Ferida Yuamita, Anang Saptoto, Sagio, Yunita Firdha Kyswantoro https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 21 1 KELELAHAN KERJA (BURNOUT) PADA SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid/article/view/109 <p>Penelitian ini bertujuan memahami dinamika kelelahan kerja (burnout) pada Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Puskesmas Kota Yogyakarta serta faktor-faktor struktural yang mempengaruhinya. Fenomena burnout di lingkungan pelayanan kesehatan primer menunjukkan persoalan yang tidak hanya bersifat individual, tetapi juga terkait dengan tata kelola kelembagaan dan kebijakan kepegawaian yang belum sepenuhnya memperhatikan kesehatan mental pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixmethod yaitu dengan kuantitatif serta kualitatif melalui survei dan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan di 18 Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar SDMK mengalami burnout pada tingkat rendah hingga sedang, dengan kecenderungan lebih tinggi pada tenaga fungsional utama seperti dokter, apoteker, nutrisionis, dan analis kesehatan. Faktor utama yang memengaruhi antara lain beban kerja administratif, ketimpangan pembagian tugas, serta minimnya dukungan psikologis di lingkungan kerja. Selain itu, belum adanya kebijakan yang secara khusus menyoroti kesejahteraan mental pegawai memperkuat kerentanan emosional dan menurunkan motivasi kerja. Penelitian ini merefleksikan bahwa burnout bukan sekadar persoalan psikologis, melainkan cerminan ketegangan antara profesionalisme dan kemanusiaan dalam sistem pelayanan publik. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada perubahan paradigmatik dari manajemen pengelolaan pelayanan kesehatan yang mempertimbangkan kesadaran atas kesejahteraan mental. Puskesmas harus menjadi ruang yang tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga merawat para pelayannya.</p> Arief Priyo Nugroho Aan Kurniawan Sri Handayani Lana Unwanah Iva Kusdyarini Bintang Prasojo Copyright (c) 2025 Arief Priyo Nugroho, Aan Kurniawan, Sri Handayani, Lana Unwanah, Iva Kusdyarini, Bintang Prasojo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 21 1 BUDIDAYA LABU SUSU (Cucurbita moschata "Butternut˝") DI LAHAN TERBATAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DAN STUNTING DI KOTA YOGYAKARTA https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid/article/view/112 <p><em>Stunting</em> dan anemia merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, dan β-karoten menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kedua kondisi tersebut. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi, seperti labu susu (<em>Cucurbita moschata</em> ‘Citra Laga’), yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi budidaya labu susu pada lahan terbatas sebagai bentuk intervensi gizi masyarakat dan peningkatan ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan melalui tahapan sosialisasi, budidaya di greenhouse dan pot di lahan terbuka, pendampingan budidaya, uji kandungan gizi, serta sosialisasi pengolahan pangan berbasis labu susu. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis berdasarkan observasi lapangan dan hasil uji laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa sistem budidaya di greenhouse menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dan kandungan β-karoten, asam folat, serta zat besi yang lebih tinggi dibandingkan sistem pot terbuka. Masyarakat menunjukkan partisipasi dan penerimaan positif terhadap kegiatan ini, serta memahami potensi labu susu sebagai pangan fungsional untuk pencegahan anemia dan <em>stunting</em>. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan gizi, pemanfaatan pekarangan produktif, dan pemberdayaan ekonomi keluarga di wilayah perkotaan.</p> Nurpuji Mumpuni Francisca Romana Sri Supadmi Budi Setiadi Daryono Yunita Firdha Kyswantoro Copyright (c) 2025 Nurpuji Mumpuni, Francisca Romana Sri Supadmi, Budi Setiadi Daryono, Yunita Firdha Kyswantoro https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 21 1 POTENSI PASAR TRADISIONAL PRAWIROTAMAN SEBAGAI DESTINASI EXPERIENTIAL TOURISM DI YOGYAKARTA https://journal.jogjakota.go.id/index.php/jid/article/view/111 <p><em>In recent years, global tourism trends have shifted from mass tourism toward </em><em data-start="2183" data-end="2205">experiential tourism</em><em> and </em><em data-start="2210" data-end="2224">slow tourism</em><em> models that emphasize deeper interaction with local culture. This transformation presents a significant opportunity to develop tourism destinations rooted in local wisdom, including traditional markets as socio-economic and cultural spaces of the community. This study aims to explore the potential of Prawirotaman Market in Yogyakarta as an experiential tourism destination through the development of a </em><em data-start="2629" data-end="2650">mobile walking tour</em><em> application. The research adopts a qualitative descriptive approach, with data collected through participatory observation, documentation, and literature review related to experiential tourism and the digitalization of traditional markets. The results reveal that Prawirotaman Market possesses strong cultural appeal through traditional culinary products, warm social interactions, and a strategic location within an international tourist area. Although the market has undergone physical revitalization and obtained SNI 8152:2021 certification, its cultural potential remains underutilized in the digital realm. Therefore, a </em><em data-start="3276" data-end="3290">walking tour</em><em> application model was designed that integrates interactive maps, Indonesian-language audio narration, photos, and interactive descriptions to enhance visitors’ experiences. This application not only improves navigation and information access but also serves as a medium for cultural preservation and local vendor empowerment. The study recommends collaboration between the government, local communities, and market stakeholders to implement the application and realize a sustainable </em><em data-start="3774" data-end="3798">smart cultural tourism</em><em> concept centered on authentic visitor experiences.</em></p> Andhika Galuh Prabawati Maria Nila Anggia Rini Bintang Prasojo Copyright (c) 2025 Andhika Galuh Prabawati, Maria Nila Anggia Rini, Bintang Prasojo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 21 1